STIKES Papua Teguhkan Komitmen Cetak Tenaga Kesehatan untuk Wujudkan Papua Sehat di HUT ke-81 RI

oleh -0 Dilihat

SORONG, PBD – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua, Senin (17/8/2026), menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen perguruan tinggi kesehatan tersebut dalam mendukung pembangunan kesehatan di Tanah Papua.

Upacara bendera yang digelar di lingkungan kampus STIKES Papua berlangsung dalam suasana penuh nasionalisme dan diikuti pimpinan, para dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa-mahasiswi STIKES Papua.

Ketua STIKES Papua, Dr. Marthen Sagrim, SKM., M.Kes, dalam amanatnya menegaskan bahwa makna kemerdekaan saat ini tidak hanya terbatas pada terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana seluruh masyarakat dapat menikmati hak untuk hidup sehat dan layak.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah berada dalam fase penting transformasi menuju Indonesia Emas. Kemajuan teknologi dan pembangunan infrastruktur kesehatan terus berkembang, namun persoalan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), masih menjadi tantangan bersama.

“Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan kemerdekaan bagi setiap warga negara untuk mendapatkan hak hidup sehat dan layak,” tegas Marthen dalam amanatnya.

Ia mengatakan, Papua memiliki potensi besar sekaligus tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Pembangunan Papua, kata dia, tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat belum memiliki kualitas kesehatan dan kehidupan yang baik.

Karena itu, Papua membutuhkan kontribusi nyata dari berbagai bidang kesehatan, mulai dari kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi hingga tenaga medis lainnya. Upaya menekan stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengendalikan penyakit menular dan tidak menular membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Tugas memerdekakan Papua dari belenggu masalah kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga kepada STIKES Papua,” ujarnya.

Marthen menekankan, keberadaan fasilitas kesehatan dan teknologi medis yang semakin berkembang harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan merata.

Menurutnya, gedung rumah sakit dan puskesmas yang representatif serta peralatan medis modern tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, keterampilan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Alat yang canggih tetap memerlukan sentuhan tangan-tangan yang ahli, terampil, dan berhati mulia,” katanya.

Dihadapan para dosen dan mahasiswa, Marthen juga mengajak seluruh sivitas akademika STIKES Papua untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar belajar dengan tekun, menguasai perkembangan teknologi kesehatan, namun tetap mempertahankan rasa kasih, empati dan kemanusiaan.

“Masa depan pelayanan kesehatan Papua ada di tangan kalian. Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang mau mendengarkan dan melayani masyarakat dengan tulus,” pesannya.

Selain pendidikan, STIKES Papua juga didorong untuk memperkuat pengabdian masyarakat dan hilirisasi hasil riset lokal. Sivitas akademika diharapkan dapat hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk kampung-kampung, untuk memberikan edukasi kesehatan dan mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Marthen juga mengingatkan para mahasiswa agar setelah menyelesaikan pendidikan tidak hanya berorientasi bekerja di wilayah perkotaan. Mereka diharapkan menjadi pelopor pelayanan kesehatan yang bersedia mengabdi di wilayah DTPK dan daerah khusus di Tanah Papua.

“Jadilah pelopor yang siap mengabdi di wilayah-wilayah DTPK dan Daerah Khusus demi memastikan bendera kesehatan berkibar di seluruh pelosok Bumi Cenderawasih,” ajaknya.

Menutup amanatnya, Ketua STIKES Papua mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat sinergi, kerja keras dan dedikasi untuk kemajuan kesehatan di Papua.

“Dengan semangat ‘Sekali Merdeka, Tetap Merdeka’, mari kita wujudkan Papua Sehat, Indonesia Maju,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-81 RI di STIKES Papua pun menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan perayaan, tetapi harus diwujudkan melalui pengabdian nyata untuk menghadirkan masyarakat Papua yang lebih sehat, cerdas dan produktif. (Oke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.