SORONG, PBD – Perum Bulog menyiapkan sebanyak 2.094 ton beras untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan bagi 69.810 penerima manfaat di Provinsi Papua Barat Daya.
Penyaluran bantuan ditargetkan rampung hingga akhir September 2026. Namun, waktu distribusi dapat diperpanjang khusus untuk wilayah yang memiliki kendala geografis, terutama daerah terpencil dan kepulauan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data penerima yang ditetapkan Kementerian Sosial, khususnya masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.
“Bulog menyalurkan sesuai dengan data yang diberikan Kementerian Sosial. Intinya, seluruh yang berhak akan kami berikan bantuan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani saat mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan di Kelurahan Malabutor, Kota Sorong, Rabu (2/9/2026).
Kota Sorong menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni mencapai 35.348 penerima dengan alokasi sekitar 1.060 ton beras.
Selanjutnya Kabupaten Sorong mendapatkan alokasi bagi 20.317 penerima, dengan total beras mencapai 609.510 kilogram.
Kabupaten Tambrauw tercatat memiliki 5.325 penerima dengan alokasi 159.750 kilogram, sedangkan Kabupaten Raja Ampat mendapatkan alokasi untuk 8.820 penerima dengan total 264.600 kilogram.
Ahmad mengatakan penyaluran bantuan ke seluruh wilayah Papua Barat Daya memiliki tantangan tersendiri karena karakter geografis daerah yang terdiri atas wilayah daratan, kepulauan dan kampung-kampung yang sulit dijangkau.
“Kalau direncanakan sampai akhir September. Namun untuk saudara-saudara kita yang lokasinya jauh dan di pulau-pulau terpencil, nanti akan kami perpanjang,” ujarnya.
Menurutnya, distribusi menuju wilayah kepulauan membutuhkan dukungan transportasi khusus. Bahkan, kapal-kapal berukuran kecil diperlukan untuk mengangkut bantuan hingga ke kampung-kampung yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.
Bulog memastikan bantuan tetap disalurkan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima berdasarkan data pemerintah.
Dengan jumlah penerima mencapai hampir 70 ribu orang, program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat berpenghasilan rendah di Papua Barat Daya. (Oke)







