Kapolda Brigjen Audie Sonny Latuheru Utamakan Pendekatan Humanis di Papua Barat Daya

oleh -0 Dilihat

SORONG, PBD – Mengawali tugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, menegaskan komitmennya mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai menghadiri upacara serah terima jabatan Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat Daya dan Kapolres Maybrat di Ballroom Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Rabu (8/7/2026).

Menurut Kapolda, Papua Barat Daya memiliki tantangan tersendiri, baik dari kondisi geografis maupun dinamika sosial masyarakat. Karena itu, pola pengamanan yang selama ini diterapkan akan tetap dilanjutkan dengan sejumlah penyesuaian agar pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat semakin optimal.

“Pola pengamanan yang sudah berjalan sebelumnya merupakan hal yang baik. Kami akan melanjutkan, sekaligus melakukan modifikasi untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” ujar Brigjen Audie.

Jenderal polisi bintang satu itu menegaskan, fokus utama kepemimpinannya adalah menghadirkan rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika masyarakat merasa aman di lingkungannya, itulah hakikat dari keamanan itu sendiri,” katanya.

Menanggapi masih adanya sejumlah wilayah yang dikategorikan rawan atau zona merah di Papua Barat Daya, Kapolda menegaskan bahwa Polri akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Menurutnya, menciptakan keamanan tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami akan menggandeng seluruh komponen, termasuk tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Selain persoalan keamanan daratan, Kapolda juga menaruh perhatian terhadap kawasan konservasi Raja Ampat yang telah dikenal dunia. Ia menilai praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak masih menjadi ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem laut, khususnya terumbu karang.

Meski demikian, ia memastikan langkah penanganan akan diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi di lapangan sebelum menetapkan kebijakan pengamanan yang tepat.

“Kami akan melihat kondisi terkini terlebih dahulu, kemudian menentukan kebijakan pengamanan yang tepat,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak para nelayan untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut sebagai aset berharga Papua Barat Daya. Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kita tetap berada dalam koridor hukum, namun yang terpenting adalah bagaimana penerapan tindakan kepolisian memberikan manfaat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (Oke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.