SORONG, PBD – Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sorong resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II untuk masa bakti 2025–2030. Menariknya, kesempatan memimpin partai berlambang pohon beringin itu tidak hanya diberikan kepada kader, tetapi juga terbuka bagi nonkader yang memenuhi ketentuan.
Pembukaan pendaftaran diumumkan Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XII DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong dalam konferensi pers di Sekretariat Panitia Musda XII, Jalan Nangka, Kelurahan Malagusa (Hotel Aquarius), Aimas, Rabu (22/7/2026).
Ketua Steering Committee Musda XII, Ferry Flassy, mengatakan Musda menjadi momentum konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Sorong.
“Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kader terbaik Golkar, simpatisan, maupun masyarakat umum yang ingin berkompetisi dalam proses pencalonan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, tahapan Musda diawali dengan pengumuman pada 22 Juli 2026. Pendaftaran sekaligus pengambilan berkas berlangsung pada 23–25 Juli 2026, dilanjutkan pengembalian berkas pada 25 Juli 2026. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi administrasi dan menetapkan calon Ketua DPD II pada 26 Juli 2026.
Seluruh proses pendaftaran dipusatkan di Sekretariat Panitia Musda XII, Jalan Nangka, Kelurahan Malagusa (Hotel Aquarius), Aimas, setiap pukul 10.00–18.00 WIT.
Ferry menegaskan, pendaftaran dapat dilakukan langsung oleh bakal calon maupun melalui perwakilan yang diberi kuasa. Namun, khusus pengembalian berkas, wajib dilakukan sendiri oleh bakal calon.
“Pengembalian berkas wajib dilakukan langsung oleh bakal calon dan tidak dapat diwakilkan,” tegasnya.
Menurut Ferry, pelaksanaan Musda XII dilakukan karena masa kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong telah berakhir pada 30 Desember 2025. Untuk mengisi kekosongan kepengurusan, DPD I Partai Golkar Papua Barat Daya telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) dengan tugas utama menyelenggarakan Musda.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar Papua Barat Daya yang juga anggota Steering Committee, Yanpit Bosawer, menegaskan bahwa proses pemilihan berlangsung terbuka, demokratis, dan memberi ruang bagi seluruh potensi terbaik untuk memimpin Partai Golkar di Kabupaten Sorong.
“Seluruh tahapan pendaftaran hingga pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong dilaksanakan secara terbuka dan demokratis. Baik kader maupun nonkader dipersilakan mengikuti proses sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Yanpit menambahkan, setiap bakal calon tetap wajib mengikuti seluruh mekanisme dan persyaratan yang ditetapkan panitia sebelum ditetapkan sebagai peserta Musda.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Musda merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional Partai Golkar sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Juklak Nomor 2 Partai Golkar tentang Musyawarah dan Rapat.
Menurutnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menginstruksikan seluruh DPD provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia untuk menyelesaikan pelaksanaan Musda paling lambat 30 Agustus 2026.
“Musda ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar. Setelah Kabupaten Sorong, konsolidasi akan dilanjutkan di daerah lain di Papua Barat Daya sesuai agenda partai,” pungkas Yanpit.
Konferensi pers tersebut dihadiri Ketua Steering Committee Ferry Flassy, anggota SC Widi, Yanpit Bosawer, Ketua Panitia Pelaksana Musda Jacob Komigi, serta Sekretaris Panitia Aziz Silehu.
Dengan dibukanya pendaftaran ini, persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong periode 2025–2030 diperkirakan akan mulai menghangat seiring munculnya nama-nama bakal calon yang akan mendaftar menjelang pelaksanaan Musda XII.








