RAJA AMPAT, PBD – Econusa Papua Barat Daya menggelar pelatihan peningkatan pengelolaan keuangan usaha bagi para pengusaha homestay di Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 25–27 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 27 peserta yang merupakan pengelola homestay dari sejumlah wilayah di Raja Ampat, di antaranya Distrik Kabare, Waigeo Barat Kepulauan, wilayah daratan, serta Batanta.
Kepala Pengembangan Kewirausahaan Ekonomi Masyarakat Econusa Papua Barat Daya, Nudana Rizki Pratiwi, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan para pelaku usaha dalam mengelola administrasi dan keuangan homestay secara lebih baik.
“Karena setelah mendampingi rekan-rekan di beberapa homestay, kami melihat masih ada yang belum cukup baik dalam pengelolaannya,” ujar Rizki.
Menurutnya, Econusa sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan pendampingan lainnya. Namun, pelatihan khusus mengenai pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha homestay di Raja Ampat baru pertama kali dilakukan.

Rizki menjelaskan, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah membantu pengusaha homestay agar mampu mengelola pendapatan usaha secara tertib.
Setiap pemasukan maupun pengeluaran diharapkan dapat dicatat sehingga pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara jelas.
“Pendapatan mereka cukup besar. Karena itu, pendapatan tersebut perlu dicatat dan dikelola dengan baik, termasuk untuk pengembangan aset maupun usaha lainnya,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Econusa juga akan memberikan template atau buku administrasi dan pencatatan keuangan kepada para peserta.
Template tersebut diharapkan dapat membantu pengelola homestay mencatat seluruh transaksi keuangan secara lebih teratur.
Dengan adanya pelatihan ini, para pelaku usaha homestay diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.
Rizki menambahkan, sebanyak 27 pengelola homestay yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari beberapa wilayah di Raja Ampat, termasuk Kabare, Waigeo Barat Kepulauan, wilayah daratan, dan Batanta. (Niko)







