FORKI Papua Barat Bulat Dukung Yosias Saroy Pimpin KONI

oleh -0 Dilihat

MANOKWARI, PAPUA BARAT – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Papua Barat menyatakan dukungan kepada Yosias Saroy sebagai calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat.

Dukungan tersebut disebut bukan keputusan pribadi, melainkan hasil kesepakatan bersama melalui rapat internal pengurus dan atlet FORKI Papua Barat.
Ketua Atlet FORKI Papua Barat, Hartono Tapilatu, mengatakan pihaknya telah mengikuti perkembangan pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat sejak awal, ketika terdapat tujuh kandidat hingga akhirnya mengerucut menjadi dua calon.

“Kami dari awal sudah memonitor proses pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, mulai dari tujuh calon hingga menjadi dua calon. Dari proses tersebut, kami dari atlet FORKI memilih dan memberikan dukungan kepada Yosias Saroy,” kata Hartono saat diwawancarai.

Ia menegaskan, dukungan tersebut telah melalui pembahasan bersama pengurus. Dalam rapat tersebut, seluruh pihak sepakat memberikan dukungan kepada Yosias Saroy untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat.

Menurut Hartono, keputusan memilih Yosias Saroy didasarkan pada sejumlah pertimbangan, terutama pengalaman dan rekam jejaknya dalam dunia olahraga.
“Kami melihat kedua calon memiliki latar belakang yang baik dan sama-sama pernah memimpin organisasi olahraga. Namun, kami memiliki beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan, termasuk pengalaman, rekam jejak dan komitmen terhadap atlet serta cabang olahraga,” ujarnya.
Hartono menilai pengalaman Yosias Saroy dalam mengelola olahraga menjadi salah satu alasan FORKI memberikan dukungan. Saroy diketahui pernah terlibat dalam kepemimpinan Perseman Manokwari dan Persifegap.

“Kami melihat rekam jejak Yosias Saroy cukup baik. Beliau pernah memimpin Perseman dan Persifegap. Kami juga melihat bagaimana beliau memperhatikan atlet, termasuk atlet di Pegunungan Arfak,” katanya.

Lebih lanjut, Hartono mengatakan FORKI tidak melihat pencalonan tersebut semata-mata dari sisi kepentingan struktur organisasi. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana seorang Ketua KONI mampu membangun olahraga secara menyeluruh.

“FORKI punya prinsip yang jelas. Atlet dan cabang olahraga merupakan tulang punggung sekaligus ujung tombak KONI. Tanpa atlet dan cabor, KONI tidak akan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia menyebutkan, pihaknya sejalan dengan visi Yosias Saroy yang mendorong agar cabang olahraga dapat berkembang dan atlet mendapatkan perhatian serta kesejahteraan yang layak.

“Kami sepakat dengan arah yang dibangun Yosias Saroy karena komitmennya jelas, yaitu bagaimana cabor harus hidup dan atlet harus sejahtera. Kami melihat visi tersebut sejalan dengan perjuangan kami di FORKI,” jelas Hartono.

FORKI Papua Barat berharap kepemimpinan KONI ke depan mampu membawa perubahan nyata bagi dunia olahraga, meningkatkan pembinaan atlet, serta mendorong lahirnya prestasi baru di tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi FORKI Papua Barat, Muh Yusuf Frendi Weriditi, S.H., mengatakan pembenahan olahraga harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Ia mengaku telah menjadi atlet sejak Papua Barat masih menjadi bagian dari Provinsi Papua. Karena itu, dirinya berharap KONI Papua Barat ke depan memiliki arah pembinaan yang lebih jelas, terutama dalam memperhatikan kesejahteraan atlet dan keberlangsungan cabang olahraga.

“Saya terbentuk menjadi atlet ketika Papua Barat belum menjadi provinsi sendiri dan masih menjadi bagian dari Provinsi Papua. Prinsip saya, KONI harus berbenah dan memiliki kiblat yang jelas. Cabor harus hidup dan atlet harus sejahtera agar prestasi bisa kita ukir mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional,” ujarnya.

Muh Yusuf menambahkan, FORKI Papua Barat memiliki target untuk meningkatkan prestasi pada ajang PON mendatang. Ia berharap semakin banyak atlet Papua Barat yang mampu menembus Pelatnas dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia.

“Kami atlet FORKI memiliki target pada PON. Kami ingin prestasi Papua Barat terus meningkat sehingga atlet-atlet kita bisa mendapatkan kesempatan masuk Pelatnas untuk mengharumkan nama daerah dan negara,” pungkasnya.(rolly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *