SORONG, PBD – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong tetap berjalan normal meskipun Kota Sorong diselimuti kabut asap tebal. Dua penerbangan dilaporkan terpaksa dialihkan akibat jarak pandang yang rendah.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Sorong, Asep Sukardjo, menegaskan layanan bandara tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan. Namun, ia mengakui penundaan dan pengalihan penerbangan tidak dapat dihindari.
“Kita tidak bisa mendesain alam, tapi alam mempunyai kekuatan sendiri,” ujar Asep kepada awak media saat jumpa pers di kantor UPBU Kelas I Sorong, Kamis (8/10/2026).
Sementara Pelaksana tugas General Manager AirNav Sorong, Heri Purnomo, menjelaskan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengacu pada SOP.
Menurut Heri, AirNav hanya berwenang memberikan informasi cuaca berdasarkan data resmi BMKG. Keputusan untuk mendarat, menunggu, atau mengalihkan penerbangan sepenuhnya menjadi kewenangan pilot.
“Jika kemudian pilot memutuskan untuk menunda penerbangan atau mengalihkan tujuan itu menjadi keputusan pilot. Kita hanya sebatas memberi informasi saja,” tambahnya.
Ia menjelaskan, penerbangan masih dapat dilanjutkan selama jarak pandang tidak di bawah 2.000 meter. Hingga hari ini, dua penerbangan tercatat mengalihkan rute.
“Yang ke Manokwari itu pesawat kargo dari Makassar tujuan Sorong mengalihkan penerbangannya ke Biak. Sementara satunya lagi Batik Air tujuan Jakarta-Sorong mengalihkan penerbangan ke Manokwari,” ujarnya.
Dampak kabut asap juga menyebabkan keterlambatan pesawat yang berada di darat (ground) untuk menuju bandara tujuan.
Kepala BMKG Sorong, Bisri, mengungkapkan kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Barat Daya dengan total 1.463 titik panas. Titik api terbanyak berada di Kabupaten Sorong Selatan.
Ia menjelaskan, angin bertiup dari tenggara sehingga gumpalan asap mengarah ke Kota Sorong dan sangat memengaruhi jarak pandang saat lepas landas maupun pendaratan.
“Jarak pandang terparah terjadi kemarin pada pukul 06.05 hingga 07.00 WIT dengan jarak pandang 1 kilometer. Hari ini pukul 05.00 WIT jarak pandang 2 kilometer, menurun lagi jadi 1,5 kilometer pada pukul 06.00 WIT. Sekarang sudah 3 kilometer,” ungkap Bisri.
Perwakilan Garuda Indonesia Sorong, Nadia mengatakan, pihaknya melakukan penyesuaian jadwal untuk menghindari pengalihan.
“Pesawat Garuda yang berangkat dari Jakarta, yang tadinya tiba di Sorong pukul 06.20 WIT menjadi pukul 11.00 WIT. Hal ini dilakukan karena di waktu tersebut cuaca dalam kondisi baik,” kata Nadia.
Lebih lanjut, ia menyebut Garuda juga melakukan penanganan khusus bagi penumpang lanjutan (connecting flight).
“Alhamdulillah sejauh ini penumpang tidak keberatan. Berbeda dengan beberapa hari lalu,” tuturnya.
Nadia menambahkan, sejak Senin hingga Rabu lalu, Garuda hanya mengoperasikan satu penerbangan per hari akibat kabut asap yang masih menyelimuti Kota Sorong. (Dav)







