SORONG, PNS – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Kasim terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi di kawasan Warkesi, Kabupaten Sorong.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring, evaluasi perkembangan infrastruktur, serta koordinasi rencana pelatihan peningkatan kapasitas bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Warkesi yang dilaksanakan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat, Sabtu (25/7/2026).
Dalam peninjauan lapangan, tim mengevaluasi sejumlah fasilitas pendukung wisata. Salah satu penyesuaian dilakukan pada jalur trekking. Rencana awal pemasangan railing diganti dengan pembenahan pijakan jalur yang dilengkapi stik pegangan bagi wisatawan. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi medan di tepi jalur yang rawan longsor saat musim hujan, sehingga penggunaan stik dinilai lebih aman dan efektif.
Selain itu, pembangunan pos penjaga serta dua unit jembatan menuju toilet dan area perkemahan (camping ground) juga terus berjalan. Material kayu yang digunakan berasal dari pohon-pohon yang roboh secara alami di dalam hutan. Cara ini menjadi bentuk pemanfaatan sumber daya secara bijak tanpa menebang pohon yang masih hidup, sehingga tetap menjaga kelestarian ekosistem.
Setelah pembangunan infrastruktur selesai, program akan berlanjut dengan Pelatihan Digital Branding dan Promosi Wisata yang direncanakan berlangsung di Aula BBKSDA Papua Barat pada akhir Agustus atau awal September 2026. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mempromosikan potensi wisata Warkesi melalui platform digital.
Ketua KTH Warkesi, Alvian, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina RU Kasim bersama BBKSDA Papua Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan kepedulian yang terus diberikan. Saat ini kami fokus menyelesaikan pembangunan pos penjaga dan jembatan akses. Setelah itu kami siap mengikuti pelatihan digital agar mampu mempromosikan keindahan Warkesi secara modern sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, CSR & Compliance PT Pertamina Patra Niaga RU Kasim, Williamson Amamehi, mengatakan pengembangan kawasan wisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.
“Kilang Kasim berkomitmen tumbuh bersama masyarakat melalui program yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi inisiatif Kelompok Warkesi yang mampu menyesuaikan pembangunan jalur trekking demi keselamatan pengunjung sekaligus memanfaatkan kayu roboh secara bijak tanpa mengganggu ekosistem hutan,” katanya.
Williamson menambahkan, pembangunan fasilitas fisik perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaan wisata semakin profesional.
“Melalui pelatihan digital branding, kami berharap akses promosi Warkesi semakin luas sehingga kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.
Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat, Pertamina Patra Niaga RU Kasim optimistis Ekowisata Warkesi akan berkembang sebagai destinasi unggulan berbasis konservasi di Papua Barat Daya. (**/oke)







