Demo Serentak di Manokwari, Massa Desak Polda Papua Barat Ungkap Kematian Presenter TVRI

oleh -10 Dilihat

MANOKWARI, PAPUA BARAT – Aksi demonstrasi serentak digelar di empat titik di Kota Manokwari, yakni di depan Bapenda Papua Barat, Sanggeng, Makalo, dan Borobudur, Rabu (2/9/2026).

Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Polda Papua Barat mengungkap secara transparan seluruh fakta di balik kematian presenter TVRI, Yanto Idorway yang sebelumnya disampaikan sebagai kecelakaan.

Dalam orasinya, Rusmanudin Kelkusa mengatakan penanganan kasus kematian Yanto kembali menjadi sorotan keluarga dan masyarakat. Mereka meminta aparat penegak hukum tidak hanya menunggu hasil autopsi, tetapi juga mengungkap keseluruhan rangkaian peristiwa berdasarkan fakta di tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, hasil penyelidikan, serta alat bukti lainnya.

“Selain menunggu alat bukti, penyidik juga seharusnya memiliki keyakinan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di TKP dan hasil penyelidikan. Apabila telah ditemukan bukti yang cukup, penyidik seharusnya dapat menetapkan tersangka sesuai ketentuan hukum,” ujar Rusmanudin dalam orasinya.

Massa juga meminta penyidik mempertimbangkan kembali pasal yang digunakan dalam penanganan perkara apabila dinilai tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Menurut mereka, apabila hasil penyelidikan menemukan unsur-unsur tindak pidana yang lebih berat, termasuk dugaan pembunuhan berencana, maka penerapan pasal harus disesuaikan dengan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

Selain itu, massa mempertanyakan keterlibatan dua orang saksi yang selama ini disebut dalam penanganan perkara. Mereka meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Apabila memang terdapat keterlibatan pihak lain, maka seluruh pihak yang terlibat harus diungkap dan diproses sesuai dengan hukum,” tegasnya.

Keluarga juga mempertanyakan perubahan informasi mengenai penyebab kematian Yanto. Pada awalnya, kematian Yanto disampaikan sebagai kecelakaan. Namun, dalam proses penyelidikan kemudian muncul dugaan adanya tindak pidana.

Hal tersebut, menurut massa, menimbulkan pertanyaan besar di tengah keluarga dan masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Karena itu, mereka meminta Polda Papua Barat membuka seluruh rangkaian peristiwa secara transparan, mulai dari TKP di Yusowi hingga rangkaian kejadian yang berkaitan dengan Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Kondisi TKP juga menjadi salah satu hal yang dipertanyakan. Massa meminta penyidik memberikan penjelasan secara ilmiah mengenai apakah Yanto benar-benar meninggal akibat tenggelam di lokasi tersebut atau terdapat faktor lain yang perlu didalami.

Mereka juga mengaku sebelumnya telah mendatangi Polda Papua Barat untuk meminta bertemu dengan Kapolda Papua Barat. Kedatangan tersebut disebut sebagai upaya keluarga untuk meminta komitmen agar proses penegakan hukum dilakukan secara serius terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.

Namun, menurut mereka, saat itu keluarga tidak dapat bertemu langsung dengan Kapolda.

Atas kondisi tersebut, keluarga dan massa aksi mendesak Polda Papua Barat segera memberikan perkembangan penyidikan dan kepastian hukum.

Mereka bahkan meminta agar dibentuk tim investigasi independen apabila Polda Papua Barat dinilai tidak mampu menyelesaikan perkara secara maksimal, transparan, dan objektif.

“Kami meminta apabila Polda Papua Barat tidak mampu menyelesaikan persoalan ini secara transparan dan memberikan kepastian kepada keluarga, maka segera bentuk tim investigasi independen untuk mengungkap secara terang penyebab kematian Yanto,” tegas Rusmanudin.

Massa juga mengajak seluruh keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengawal kasus tersebut untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat serta menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan, aksi demonstrasi yang berlangsung di empat titik tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan Manokwari mengalami kemacetan. Sejumlah pengendara terpaksa memutar dan mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi aksi.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 10.00 WIT hingga pukul 13.34 WIT. Sampai sekarang jalan masih tetap di palang

Massa menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus kematian Yanto hingga seluruh fakta terungkap dan keluarga mendapatkan kepastian hukum serta keadilan. (Rolly)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *