SORONG, PBD – Anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD), Sara Elwod, menanamkan nilai-nilai filsafat kehidupan kepada mahasiswa di Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (9/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sara yang diundang sebagai tamu membawakan materi bertema “Bagaimana Pemuda Papua Membangun Tanah Papua”.
Ia mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kemauan belajar, pengalaman, dan keberanian untuk terus berkembang.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, Sara menyampaikan materi yang menekankan pentingnya proses dalam membentuk kualitas diri generasi muda Papua.
Menurut Sara, tidak ada manusia yang sejak awal langsung menjadi hebat. Setiap keberhasilan selalu lahir melalui proses panjang, termasuk belajar dari ketidaktahuan, pengalaman, bahkan kesalahan.
“Tidak ada manusia yang langsung menjadi hebat,” ujar Sara.
Ia menjelaskan, banyak orang memulai perjalanan hidup dari kondisi belum mengetahui banyak hal. Namun, melalui kemauan belajar dan kerendahan hati untuk menerima pengetahuan, seseorang dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih matang, mandiri, dan bijaksana.
Pengetahuan yang diperoleh, pengalaman yang dijalani, serta kesalahan yang diperbaiki, kata Sara, merupakan bagian penting dari proses pembentukan diri menuju keberhasilan.
Perempuan Matbat Raja Ampat itu juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan tidak berhenti belajar. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia Papua yang mampu melihat peluang sekaligus menghadapi tantangan dunia kerja.
“Kehebatan bukan hanya tentang seberapa banyak yang telah diketahui, tetapi tentang kemauan untuk terus berkembang. Orang yang mau membaca, berpikir, bertanya, dan belajar dari kehidupan akan semakin luas wawasannya,” tegas Sara.
Sara juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut mengakui ketika masih ada hal yang belum dipahami. Menurutnya, kesadaran bahwa seseorang masih harus belajar justru menjadi langkah awal untuk berkembang.
Setiap hari, lanjut Sara, merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri, menambah pengetahuan, dan membangun karakter yang lebih baik.
Ia pun memberikan pesan khusus kepada mahasiswa agar tidak merasa rendah diri ketika masih berada dalam proses belajar.
“Jangan merasa kecil hanya karena hari ini engkau masih belajar. Teruslah melangkah dengan tekun, asahlah pikiranmu dengan ilmu, dan bentuklah karaktermu dengan nilai-nilai yang baik,” pesannya.
Sara menilai, masa depan Papua tidak dibangun melalui satu langkah besar, tetapi melalui proses panjang yang dijalani generasi muda dengan kesabaran, konsistensi, ilmu pengetahuan, dan kemauan untuk terus belajar.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak sekarang agar kelak mampu mengambil peran dalam pembangunan Tanah Papua.
“Teruslah belajar, karena proses hari ini adalah bagian dari perjalanan untuk membentuk masa depan yang lebih baik,” tandas Sara. (Niko)







