MTQ II Papua Barat Daya Ukir Sejarah, e-MTQ Perdana Hadirkan Penilaian Digital dan Seleksi Peserta Berbasis NIK

oleh -1 Dilihat

SORONG, PBD – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya mencatat tonggak sejarah baru dengan penerapan sistem digital e-MTQ, sebuah inovasi yang mengubah penyelenggaraan MTQ dari sistem manual menuju tata kelola yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Panitia MTQ Tingkat Provinsi Papua Barat Daya, Iksan Fakaubun, mengatakan penerapan e-MTQ menjadi yang pertama di provinsi tersebut dan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ.

“Ini pertama kalinya MTQ Provinsi Papua Barat Daya menggunakan e-MTQ sebagai alat untuk menjaga kualitas penyelenggaraan MTQ. Sejak Desember lalu kami telah melatih admin-admin kabupaten/kota, dan pada pelaksanaan kali ini juga didampingi admin pusat atau admin nasional,” ujarnya di Kota Sorong, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, digitalisasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama RI. Bahkan, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI dijadwalkan hadir pada 1 Juli untuk memberikan pembekalan dalam orientasi calon dewan hakim MTQ Ke-II Papua Barat Daya.

Menurut Iksan, transformasi digital tidak hanya diterapkan pada proses administrasi, tetapi juga pada sistem pendaftaran peserta yang kini terintegrasi dengan data kependudukan nasional. Melalui verifikasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), sistem secara otomatis menolak peserta yang tidak tercatat sebagai penduduk Papua Barat Daya.

“Kalau ada peserta yang mendaftar dari luar daerah dan NIK-nya tidak terdaftar sebagai warga Papua Barat Daya, maka otomatis ditolak sistem. Dengan begitu, peserta yang berlomba benar-benar putra-putri asli daerah yang memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Dari hasil verifikasi melalui aplikasi e-MTQ, sebanyak 202 peserta dinyatakan lolos dan akan mewakili lima kabupaten serta satu kota di Papua Barat Daya. Sejumlah pendaftar lainnya gugur karena tidak memenuhi persyaratan administrasi berdasarkan hasil validasi sistem.

Digitalisasi juga diterapkan dalam proses penilaian dewan hakim. Seluruh nilai dimasukkan melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan layar monitor sehingga hasil penilaian dapat diproses lebih cepat, akurat, dan transparan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Panitia mengungkapkan bahwa tingkat digitalisasi pelaksanaan MTQ saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Panitia menargetkan pada MTQ Ke-III seluruh tahapan penyelenggaraan sudah dapat dilakukan secara digital.

Salah satu inovasi terbaru adalah pengundian maqra atau bacaan peserta secara daring. Melalui aplikasi e-MTQ, peserta dapat mengetahui maqra yang akan dibaca langsung melalui telepon genggam masing-masing pada malam sebelum perlombaan tanpa harus datang ke sekretariat.

“Admin kabupaten dan kota yang telah dilatih akan mengelola seluruh proses tersebut. Sistem ini jauh lebih praktis, efisien, dan meminimalkan potensi kesalahan dibandingkan metode manual,” ujarnya.

Penerapan e-MTQ diharapkan menjadi awal modernisasi penyelenggaraan MTQ di Papua Barat Daya sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kompetisi Al-Qur’an yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi. (Oke)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *