Kapolres Tambrauw Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa dalam Pembakaran Camp Pekerja, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

oleh -0 Dilihat

TAMBRAUW, PBD – Kapolres Tambrauw AKBP Eddwar Martua Pandjaitan, S.I.K., M.H., mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tambrauw agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial menyusul peristiwa pembakaran camp pekerja pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Imbauan tersebut disampaikan menyikapi beredarnya sejumlah unggahan di media sosial yang memuat klaim terkait peristiwa pembakaran camp pekerja, termasuk informasi mengenai dugaan korban jiwa dari unsur TNI, Polri, maupun masyarakat.

Kapolres menegaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan fakta kejadian yang telah diverifikasi hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dengan demikian, informasi mengenai adanya korban meninggal dunia sebagaimana beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang diketahui kepolisian.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut berupa pembakaran camp pekerja serta sejumlah kendaraan milik perusahaan, termasuk kendaraan roda empat dan sepeda motor. Saat ini, jajaran Polres Tambrauw masih melakukan langkah-langkah penanganan dan pendalaman terhadap kejadian tersebut.

Selain itu, Kapolres juga menanggapi pernyataan yang memuat ancaman pengusiran terhadap masyarakat yang bukan Orang Asli Papua (OAP), serta larangan terhadap pemerintah untuk melaksanakan pembangunan di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Menurutnya, seluruh masyarakat yang tinggal dan mencari penghidupan di Kabupaten Tambrauw memiliki hak yang sama untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan hukum, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun asal daerah.

“Tidak boleh ada masyarakat yang merasa terancam, takut, ataupun kehilangan haknya untuk hidup secara damai hanya karena perbedaan latar belakang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Tambrauw merupakan rumah bersama bagi masyarakat asli Papua maupun seluruh warga yang hidup berdampingan di wilayah tersebut. Karena itu, keamanan, persatuan, dan keharmonisan sosial harus dijaga bersama.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, termasuk meneruskan foto maupun video yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan memecah belah persatuan.

Ia memastikan Polres Tambrauw bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait terus berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Masyarakat pun diminta tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.

Kapolres menegaskan, tidak boleh ada pihak mana pun yang menggunakan ancaman maupun kekerasan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Perbedaan pendapat, menurutnya, tidak boleh diselesaikan melalui tindakan kekerasan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan harus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keamanan, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, serta kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Tambrauw.

“Mari kita bersama-sama menjaga Tanah Tambrauw agar tetap aman, damai, dan kondusif. Kami hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan,” tutupnya. (oke)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *