MANOKWARI, PAPUA BARAT – Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030, Yosias Saroy, menghadiri sekaligus menutup Turnamen Gawang Mini Cup Yosias Saroy yang digelar pemuda Sanggeng Raya, Manokwari, Papua Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Yosias Saroy menyaksikan langsung pertandingan final yang mempertemukan Mambruk FC melawan Kosrat FC. Pertandingan berlangsung sengit hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1.
Pertandingan kemudian dilanjutkan melalui adu penalti. Kosrat FC berhasil keluar sebagai pemenang dan meraih juara pertama, sementara Mambruk FC harus puas sebagai juara kedua.
Usai pertandingan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai hiburan yang disiapkan panitia, di antaranya dorprais, deco denes, serta penampilan penyanyi hip hop.
Dalam sambutannya, Yosias Saroy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta pemuda Sanggeng Raya yang telah menyelenggarakan turnamen tersebut dengan aman dan tertib hingga selesai.
“Saya sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat sangat berterima kasih atas dedikasi dan pelaksanaan pertandingan bola gawang mini yang bisa berjalan dengan aman dan tertib sampai selesai,” ujar Yosias.
Ia mengaku bangga karena turnamen tersebut menggunakan namanya sebagai Gawang Mini Cup Yosias Saroy.
Menurutnya, terdapat momen yang cukup berkesan karena saat turnamen tersebut pertama kali dibuka, dirinya masih berstatus sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Pertama Gawang Mini Cup Yosias Saroy dibuka, saya masih sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat. Sekarang saya menutup kembali pertandingan ini dengan saya sudah menjadi Ketua Umum KONI Papua Barat. Ini berkat dukungan doa dari cabang-cabang olahraga, tim, serta basudara, bapak dan adik-adik dari Sanggeng Raya,” katanya.
Yosias juga menyampaikan apresiasi kepada pemuda dan pemudi Sanggeng Raya yang telah menjadikan olahraga sebagai wadah positif bagi generasi muda.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama baginya untuk melihat secara langsung antusiasme pemuda Sanggeng Raya dalam mengembangkan olahraga melalui turnamen gawang mini.
“Saya sangat terharu dan berterima kasih kepada pemuda dan pemudi yang berada di Sanggeng Raya. Ini merupakan satu momen olahraga yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Yosias menegaskan, turnamen serupa ke depan diharapkan dapat kembali digelar dengan konsep yang lebih meriah. Ia menyatakan siap memberikan dukungan, baik secara pribadi maupun melalui kelembagaan KONI Papua Barat.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada pemuda Sanggeng Raya, tetapi juga kepada pemuda-pemudi di tujuh kabupaten di Provinsi Papua Barat yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.
“Saya sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat akan mendukung dan turun langsung untuk melihat potensi, minat dan bakat olahraga dari pemuda-pemudi semua demi kemajuan olahraga di Provinsi Papua Barat,” tegasnya.
Yosias menilai organisasi olahraga sangat berkaitan erat dengan generasi muda. Karena itu, potensi dan talenta yang dimiliki anak-anak muda Papua Barat perlu mendapat perhatian, pembinaan dan dukungan secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, KONI Papua Barat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk bersama-sama memperhatikan potensi generasi muda agar dapat disalurkan melalui kegiatan positif.
“Dengan olahraga kita bisa memperhatikan mereka agar bisa memperlihatkan potensi-potensi yang mereka miliki. Kita harus bertanggung jawab agar pemuda dan pemudi tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yosias menyebut Turnamen Gawang Mini Cup Yosias Saroy yang digelar pemuda Sanggeng Raya dapat menjadi contoh bagi pemuda di Kabupaten Manokwari dalam mengembangkan kegiatan olahraga di lingkungan masing-masing.
Ia juga menyampaikan rencana untuk mendorong cabang olahraga bola gawang mini agar dapat berkembang dan memperoleh ruang dalam pembinaan olahraga di Papua Barat.
“Saya akan perjuangkan agar cabang olahraga bola gawang mini harus berada di dalam struktur anggota KONI Papua Barat. Pusat bola gawang mini akan berpusat di Sanggeng Raya dan ketua umumnya harus diambil dari pemuda dan pemudi Sanggeng sendiri,” kata Yosias.
Ia berharap kepengurusan KONI Papua Barat dapat segera dilantik sehingga pembinaan cabang olahraga, pelatih dan atlet dapat berjalan secara maksimal.
Yosias juga menekankan pentingnya mempertahankan dan membina atlet-atlet yang selama ini telah menyumbangkan medali bagi Papua Barat.
“Kita harus pegang teguh atlet-atlet yang sudah pernah menyumbangkan medali emas dan perunggu bagi Papua Barat, karena mereka akan membawa nama baik kita mulai dari kabupaten hingga provinsi,” pungkasnya.
Pantauan di lapangan, pertandingan final antara Mambruk FC dan Kosrat FC berlangsung aman dan tertib hingga pertandingan berakhir. Antusiasme masyarakat dan pemuda Sanggeng Raya turut mewarnai jalannya penutupan turnamen tersebut. (Rolly)







