MANOKWARI, PAPUA BARAT – Yosias Saroy resmi terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (17/9/2026).
Dalam proses pemilihan tersebut, Yosias Saroy memperoleh 26 suara. Sementara kandidat lainnya, Mohammad Lakotani, tidak memperoleh suara dalam proses pemungutan suara di karenakan keluar dari ruangan rapat dan tidak mengikuti pencoblosan.
Sekretaris Sidang, dr. Arianta Damanik, menjelaskan bahwa total suara dalam pemilihan berasal dari 39 cabang olahraga (cabor), empat KONI kabupaten, satu suara karateker, serta KONI Pusat. Dengan demikian, jumlah keseluruhan suara yang terdata mencapai 46 suara.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat terpilih, Yosias Saroy kemudian menerima palu sidang dan bendera KONI sebagai simbol kepemimpinan organisasi olahraga Papua Barat untuk periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, Yosias Saroy menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin KONI Papua Barat.
“Pertama-tama saya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena Tuhan sudah memilih dan menetapkan saya sebagai Ketua KONI Papua Barat terpilih pada malam hari ini,” ujarnya.
Yosias menegaskan bahwa kemenangan dalam Musorprovlub tersebut bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh insan olahraga di Papua Barat.
“Kemenangan buat saya hari ini untuk memimpin KONI Papua Barat bukan kemenangan saya secara pribadi, tetapi kemenangan untuk kita semua. Baik cabor yang mendukung saya maupun yang tidak mendukung saya dalam pemilihan,” katanya.
Menurutnya, proses pemilihan telah selesai sehingga seluruh pihak harus kembali bersatu untuk membangun olahraga Papua Barat.
“Kemenangan saya pada malam hari ini adalah untuk menunjang olahraga, bukan politik. Olahraga adalah pemersatu bangsa untuk menyatukan kita semua dalam membangun olahraga,” tegasnya.
Yosias juga mengajak seluruh cabang olahraga yang sebelumnya tidak memberikan dukungan kepadanya untuk bersama-sama berada dalam satu rumah besar KONI Papua Barat.
“Mari kita merangkul semuanya. Walaupun dalam pemilihan ada cabang olahraga yang tidak mendukung saya, namun saya tetap merangkul untuk berada di dalam satu rumah besar KONI Papua Barat untuk menjaga prestasi yang kita inginkan bersama,” tuturnya.
Ia menyadari bahwa tantangan membangun olahraga di Papua Barat tidak dapat dilakukan seorang diri. Karena itu, dibutuhkan kebersamaan seluruh pengurus KONI, cabang olahraga, atlet, serta pemangku kepentingan olahraga di daerah.
“Provinsi Papua Barat ini sangat besar dan luas dan membutuhkan kebersamaan kita semua, cabang-cabang olahraga, untuk membangun olahraga di Papua Barat,” ujarnya.
Yosias juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat yang telah hadir dan menyaksikan secara langsung pelaksanaan Musorprovlub KONI Papua Barat.
Ia berharap seluruh proses organisasi ke depan dapat berjalan dengan baik dan seluruh pihak dapat menjaga kebersamaan.
Selain itu, Yosias menyampaikan bahwa dirinya siap merangkul Mohammad Lakotani bersama seluruh cabang olahraga yang sebelumnya menjadi pendukungnya.
“Saya siap merangkul Bapak Mohammad Lakotani beserta cabang-cabang pendukungnya. Mari kita sama-sama berada dalam satu perahu atau rumah KONI Papua Barat untuk sama-sama membangun olahraga di tingkat Provinsi Papua Barat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan olahraga Papua Barat ke depan sudah menanti, khususnya persiapan menghadapi Pra-PON dan PON. Karena itu, seluruh cabor diminta segera memperkuat koordinasi dan mempersiapkan para atlet.
“Dalam waktu dekat kita sudah mulai menghadapi Pra-PON dan PON. Banyak sekali persiapan atlet dari cabang olahraga yang siap bertanding membawa nama baik KONI Papua Barat,” jelasnya.
Yosias juga mengajak seluruh cabang olahraga di kabupaten dan kota untuk membangun komunikasi serta pertemuan secara rutin.
Menurutnya, koordinasi tidak boleh hanya dilakukan ketika ada momentum tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan organisasi KONI sehari-hari.
“Jangan ada momen baru kita adakan pertemuan. Namun setiap hari kita harus bersama-sama dalam pertemuan agar organisasi KONI ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sebagai ungkapan syukur atas kepercayaan yang diberikan, Yosias mengatakan akan melaksanakan ibadah syukuran dalam waktu dekat. Ia menyebut terpilihnya dirinya sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat merupakan bagian dari kebaikan dan penyertaan Tuhan. (Rolly)







