SORONG, PBD – Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital unggul di Indonesia Timur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) Season 3. Program yang diikuti ribuan mahasiswa dari Papua dan Maluku itu resmi ditutup melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3, sekaligus menjadi ajang penghargaan bagi para mahasiswa yang berhasil menghadirkan inovasi sosial berbasis teknologi.
Sepanjang pelaksanaan PMDB Season 3, antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Sebanyak 3.099 mahasiswa dari 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku mengikuti campus roadshow. Dari jumlah tersebut, 181 peserta lolos mengikuti live class, 35 peserta melaju ke tahap pitching, hingga akhirnya 20 finalis terpilih untuk mengembangkan proyek inovasi pada lima sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, sosial dan lingkungan, ekonomi dan kewirausahaan, serta pariwisata.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan PMDB menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi digital sekaligus melahirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Papua dan Maluku memiliki banyak talenta dengan potensi yang luar biasa. Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ide-ide terbaik mereka dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan turut mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur,” ujarnya.
Pada ajang Awarding PMDB Season 3, Telkomsel menetapkan lima karya inovasi sosial terbaik. Michelle Kinaya dari Universitas Papua berhasil meraih Juara I melalui inovasi CekSehat, teknologi untuk deteksi dini penyakit pada masyarakat.
Juara II diraih Kinaryo Citra dari Universitas Musamus Merauke dengan inovasi pengembangan sistem informasi pariwisata berbasis web. Sementara Dessy Natalya dari Universitas Papua meraih Juara III melalui program peningkatan sumber daya manusia anak-anak Papua melalui kelas public speaking.
Adapun Putra Angga dari Universitas Musamus Merauke meraih Juara IV berkat program pemberdayaan pemuda Papua melalui pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif. Sedangkan Dwi Risky dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong menempati Juara V lewat inovasi MACE-MARKET, sebuah sistem modernisasi administrasi dan pemasaran terintegrasi untuk mengoptimalkan produk unggulan Desa Klasari dan Kuruwato.
Selain penghargaan bagi karya terbaik, Telkomsel juga memberikan apresiasi kepada Peserta Ter-digital PMDB Season 3, yakni Rambu Aya dari Universitas Papua, Seravina dari Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy dari Universitas Muhammadiyah Sorong. Ketiganya dinilai memiliki partisipasi, konsistensi, dan keterlibatan terbaik dalam berbagai tantangan media sosial selama program berlangsung.
Acara penutupan turut menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O. Setiawan, yang membagikan wawasan mengenai pengembangan kompetensi serta kesiapan memasuki dunia kerja kepada seluruh peserta.
Data penyelenggaraan PMDB Season 3 menunjukkan bahwa sebagian besar ide inovasi peserta berfokus pada sektor pendidikan (36 persen), diikuti ekonomi dan kewirausahaan (28 persen), sosial dan lingkungan (20 persen), kesehatan (8 persen), serta pariwisata (7 persen). Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan di daerahnya serta kemampuan mereka menghadirkan solusi berbasis teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.
Fajri menegaskan, Telkomsel berharap PMDB tidak hanya menjadi program pelatihan semata, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya para inovator muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap PMDB Season 3 tidak berhenti sebagai sebuah program pelatihan, tetapi menjadi awal lahirnya innovator yang mampu menciptakan solusi bagi daerahnya masing-masing. Ke depan, Telkomsel akan terus membuka ruang kolaborasi dan memperluas kesempatan bagi talenta muda untuk bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif serta berkelanjutan di Indonesia Timur,” tutup Fajri. (**/oke)







