JAKARTA, – Telkomsel kembali membuka program impact incubator NextDev ke-12 bagi technopreneur Indonesia yang mengembangkan solusi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan.
Mengusung tema “AI-Powered Innovations”, program yang dibuka mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026 ini menyasar para technopreneur yang telah memanfaatkan atau sedang mengeksplorasi teknologi AI untuk menciptakan solusi yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk mengembangkan teknologi sekaligus memperkuat fundamental bisnis dan dampak sosial dari inovasi yang dihasilkan.
“NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata,” ujarnya dalam keterangan resmi Telkomsel, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan, melalui program ini, peserta akan memperoleh pendampingan untuk memperkuat aspek teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel.
Program NextDev ke-12 akan berlangsung melalui tiga tahapan, yakni Scouting, Academy, dan Summit. Pada tahap awal, kurasi akan memprioritaskan solusi yang telah memanfaatkan atau mengeksplorasi AI, dengan penilaian mencakup performa bisnis, dampak, keunikan inovasi, serta kualitas dan kesiapan para technopreneur.
Sebanyak 20 technopreneur terpilih akan mengikuti proses validasi dan presentasi atau pitching sebelum diseleksi menjadi 10 peserta NextDev Academy. Para peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan mentor di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, dan meningkatkan operasional usaha.
Tak hanya pendampingan, 10 technopreneur terbaik juga berkesempatan menjajaki kolaborasi bisnis dengan unit terkait di Telkomsel. Peluang tersebut mencakup eksplorasi kebutuhan, pengembangan dan uji coba solusi, hingga kemungkinan integrasi atau komersialisasi sesuai kesiapan dan relevansi inovasi masing-masing.
Best Technopreneur NextDev ke-10 sekaligus Founder & Director Luarkampus.id, Syekh A. Ageng, menilai NextDev memberikan ruang bagi pelaku usaha rintisan untuk menguji solusi, memperkuat fundamental bisnis, serta membangun koneksi dengan mentor dan pelaku industri.
Ia mengajak para technopreneur dari berbagai daerah di Indonesia untuk berpartisipasi dan membawa inovasi terbaik mereka ke dalam program tersebut.
Tahun ini, rangkaian roadshow NextDev di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta juga menghadirkan Pitching Battle. Melalui kegiatan tersebut, technopreneur lokal yang lolos kurasi awal dapat mempresentasikan solusi di hadapan panel juri untuk memperoleh masukan, eksposur, dan peluang mengikuti seleksi nasional.
Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari total 6.798 pendaftar dengan dukungan 2.316 ahli dan mentor. Para alumninya mengembangkan solusi di berbagai sektor, termasuk pertanian, pendidikan, investasi, mobilitas listrik, efisiensi energi, dan gim digital.
Technopreneur dari seluruh Indonesia yang memiliki solusi digital dengan relevansi masalah, potensi dampak, keunikan inovasi, dan fondasi bisnis yang kuat dapat mendaftarkan diri hingga 9 November 2026 melalui laman resmi “Pendaftaran NextDev ke-12” (https://form.nextdev.co.id/form-detail/12th-nextdev-digital-business-scouting).
Perkembangan dan bukti dampak para peserta terpilih nantinya akan dipresentasikan dalam NextDev Summit pada 2027. (**/oke)







