AIMAS, SORONG – Musyawarah Daerah (Musda) XII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Sorong resmi menetapkan Ketua Fraksi Golkar DPR Papua Barat Daya, Dr. Febry Jein Andjar, sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong masa bakti 2025–2030.
Febry memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta Musda XII sehingga ditetapkan secara aklamasi sebagai nahkoda baru Partai Golkar Kabupaten Sorong untuk lima tahun ke depan.
Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan pataka Partai Golkar oleh pimpinan sidang yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar Papua Barat Daya, Yanpit Bosawer, kepada Febry Jein Andjar.
“Dengan ini pimpinan sidang Musda XII menyerahkan panji-panji Partai Golongan Karya kepada Ketua DPD II Kabupaten Sorong terpilih masa bakti 2025–2030 untuk dikibarkan di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Sorong demi memenangkan Partai Golkar,” ujar Yanpit Bosawer saat prosesi penyerahan pataka.
Usai menerima amanah tersebut, Febry Jein Andjar menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen partai dalam memperkuat soliditas organisasi menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Menurutnya, membesarkan Partai Golkar bukanlah pekerjaan seorang ketua semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan dukungan seluruh kader.
“Sebagai ketua, saya tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, saya mengajak seluruh kader untuk kembali bersatu dan aktif demi membangun kekuatan partai yang lebih solid,” ujarnya.
Legislator Papua Barat Daya itu menegaskan, program prioritas kepengurusan yang baru adalah memperkuat konsolidasi organisasi secara menyeluruh hingga ke tingkat paling bawah.
Ia mengatakan, penguatan struktur akan dilakukan mulai dari tingkat DPD, distrik, kampung, kelurahan, desa hingga RT/RW agar mesin partai bekerja lebih efektif dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Konsolidasi organisasi menjadi langkah pertama yang harus kami lakukan. Kalau struktur partai kuat sampai ke akar rumput, maka kita akan lebih siap menghadapi agenda politik ke depan,” katanya.
Febry juga mengingatkan bahwa Kabupaten Sorong memiliki sejarah panjang sebagai salah satu basis kemenangan Partai Golkar. Karena itu, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga bahkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Sejarah kemenangan Golkar adalah kebanggaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia turut menyinggung dinamika kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Sorong yang pada periode-periode sebelumnya kerap dipimpin oleh kepala daerah. Meski demikian, sebagai kader senior yang kini dipercaya memimpin partai, Febry optimistis mampu menjalankan amanah tersebut dengan dukungan seluruh kader.
Menurutnya, kekuatan Partai Golkar tidak bertumpu pada sosok ketua semata, tetapi pada soliditas seluruh kader yang bergerak dalam satu barisan.
“Ketua memang satu, tetapi kekuatan partai ada pada seluruh kader. Tugas saya adalah memastikan semua tetap solid dan bergerak bersama,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan, Febry optimistis kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Sorong periode 2025–2030 mampu memperkuat organisasi, memperluas basis dukungan masyarakat, serta mempertahankan Partai Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Sorong menjelang Pemilu 2029. (OKe)







