LSM dan Dispora Sorong Bahas Ancaman HIV pada Generasi Muda, Kolaborasi Jadi Kunci

oleh -2 Dilihat

SORONG, PBD – Tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kota Sorong menjadi perhatian serius berbagai pihak. Pada tahun 2026 terjadi penambahan sekitar 100 kasus baru. Kondisi ini mendorong sejumlah organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam upaya pencegahan di kalangan generasi muda.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi sejumlah lembaga yang bergerak dibidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sorong di Kantor Dispora Kota Sorong, Selasa (23/6/2026).

Perwakilan Yayasan Papua Lestari, Hilal Achmad, mengatakan audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan program kerja lembaga sekaligus membangun sinergi dengan Dispora dalam menekan angka penularan HIV/AIDS yang banyak ditemukan pada kelompok usia muda.

Menurutnya, data yang ada menunjukkan bahwa pemuda menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap penularan HIV, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak.

“Tujuan kami pertama adalah bersilaturahmi dan memperkenalkan kerja-kerja kami. Dari data yang kami miliki, penularan HIV di Kota Sorong cukup banyak terjadi pada kalangan pemuda. Karena itu kami ingin berkolaborasi dengan Dispora agar ada program-program yang dapat menurunkan angka kasus tersebut,” ujar Hilal.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga membahas peluang kerja sama lintas sektor. Hilal berharap Dispora Kota Sorong dapat melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam merancang berbagai kegiatan yang menyasar pemuda agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain Dispora, pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, hingga Bapperida untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS di Kota Sorong.

Senada dengan itu, perwakilan Yayasan Tifa Mandiri, Decky Walgiarno, menilai penanganan HIV/AIDS tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi semata. Menurutnya, diperlukan ruang-ruang diskusi dan keterlibatan aktif pemuda agar mereka menjadi bagian dari solusi.

“Kasus HIV ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari usia sekolah dasar, SMP, SMA hingga mahasiswa. Karena itu yang penting sekarang adalah memikirkan langkah lanjutan dan mitigasi. Membantu tidak selalu soal uang, tetapi bagaimana membangun kolaborasi. Jangan hanya sosialisasi, tetapi perlu forum pemuda yang bisa mengakomodasi aspirasi dan keterlibatan anak muda di Kota Sorong,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kota Sorong, Rudolof Jetul, menyambut baik inisiatif yang dilakukan sejumlah yayasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan pemuda yang sehat, cerdas, dan produktif menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

“Bagaimana pemuda bisa sehat, cerdas dan produktif menjadi salah satu prioritas dalam Musrenbang kami. Karena itu kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mendukung pembangunan kepemudaan di Kota Sorong,” ujarnya.

Audiensi tersebut selain diikuti oleh Yayasan Papua Lestari juga diikutin oleh Yayasan Tifa Mandiri,  Decky Walgiarno, Yayasan Sahabat Noken Mandiri, Broery Dimara dan Yayasan Sorong Sehati, Yopy Rahalus.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam menekan laju penyebaran HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kualitas hidup generasi muda di Kota Sorong. (Oke)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *