Dua Calon Sekda PBD Turun Tanam Pohon, Komitmen Jaga Hutan Hutan Jaga Kita

oleh -44 Dilihat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 90;?algolist: 0;?multi-frame: 1;?brp_mask:0;?brp_del_th:null;?brp_del_sen:null;?motionR: 0;?delta:null;?module: video;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 122.21895;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 43;

SORONG, PBD – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan menjadi salah satu pesan dalam gerakan penghijauan Green Collaboration yang digelar Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat Daya bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong.

Menariknya, dua pejabat yang mengikuti seleksi terbuka (selter) jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Daya, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, dan Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, Jhon Way, hadir langsung menelusuri lembah mendaki gunung dan ikut menanam pohon di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bukit Wisata Rohani, Malanu Kampung, Kota Sorong, Minggu (1/11/2026).

Kehadiran keduanya dalam kegiatan yang melibatkan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), masyarakat, dan jurnalis tersebut menjadi sorotan di tengah upaya Papua Barat Daya memulihkan kawasan hutan yang terdampak kebakaran.

Kepala DLH Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, menegaskan bahwa gerakan penghijauan harus dilakukan secara kolaboratif untuk memulihkan kawasan terdampak kebakaran, mengantisipasi banjir, serta menjaga kualitas udara di tengah pesatnya pembangunan daerah.

“Gerakan ini kecil, tetapi dampaknya besar. Kita bertindak lokal, berpikir global. Kota Sorong sebagai ibu kota provinsi terus berkembang sehingga mitigasi lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Kelly Kambu saat melakukan penanaman pohon.

Ia menyebut kawasan bekas kebakaran perlu diselamatkan dan ditata kembali. Selain memulihkan fungsi ekologis, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau dan destinasi wisata bagi masyarakat.

DLH juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan guna memperkuat penyediaan bibit dan mengembangkan pembibitan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kebutuhan bibit untuk memulihkan kawasan terdampak karhutla diperkirakan mencapai ratusan ribu karena kebakaran tidak hanya terjadi di Kota Sorong, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Papua Barat Daya.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat lokal, untuk menyiapkan bibit dan memulihkan kawasan yang terbakar,” tegasnya.

Kelly berharap gerakan penghijauan dapat berlanjut hingga 2027 dengan cakupan wilayah lebih luas. Ia juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita harus bergerak bersama untuk menjaga lingkungan dan memastikan pembangunan berjalan seiring dengan kelestarian alam,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, Jhon Way, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam gerakan penghijauan diperlukan untuk mengembalikan kondisi hutan agar kembali hijau dan asri.

“Kita tanam pohon hari ini, dapat menghasilkan hutan yang asri, hijau dan tidak terbakar lagi,” ucap Jhon Way.

Ia juga menyampaikan rencana pengadaan bibit sejumlah jenis tanaman yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Papua Barat Daya, di antaranya kayu putih (Eucalyptus), akasia, dan jambu mete.

Adapun pohon yang ditanam dalam kegiatan Green Collaboration tersebut adalah matoa, buah khas Papua yang diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomis bagi masyarakat.

Way turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan serta tidak membuang sampah di tempat yang tidak semestinya.

Keterlibatan kedua pejabat tersebut memperlihatkan pentingnya komitmen lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Di tengah proses seleksi calon Sekda Papua Barat Daya, upaya menjaga hutan dan memulihkan kawasan terdampak karhutla menjadi salah satu persoalan strategis yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah.

“kita jaga hutan, hutan jaga kita.” teriak Way diikuti peserta green collaboration. (oke)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *