SORONG, PBD – Akses Jalan Lido, Kampung Baru, Kota Sorong, lumpuh total selama 11 jam akibat aksi pemalangan dan pembakaran ban oleh keluarga korban laka maut, Selasa (7/10/2026). Jalan yang ditutup sejak pukul 11.00 WIT akhirnya baru dibuka kembali sekitar pukul 22.00 WIT setelah dimediasi Kapolsek Sorong Barat, AKP Fernando I. Sipayung, S.Tr.K., S.I.K.
Pemalangan dipicu kekecewaan keluarga karena pelaku laka lantas yang menewaskan anggota keluarga mereka belum ditangkap meski kejadian sudah tiga bulan berlalu.
Pantauan sorongnews.id, warga menutup badan jalan dengan dahan pohon dan membakar ban bekas di tengah jalan. Akibatnya arus lalu lintas lumpuh total dan pengendara terpaksa putar balik.
Mewakili keluarga korban, salah satu tokoh pemuda, Kelly, menilai kinerja kepolisian dalam menangani kasus ini sangat lambat.
“Sudah tiga bulan kejadiannya, korban meninggal dunia, tapi sampai sekarang pelakunya belum ditangkap,” ujar Kelly saat diwawancara wartawan di lokasi tersebut.
Menurut Kelly, ini merupakan aksi ketiga kalinya. Dua kali sebelumnya dilakukan di depan Pos Apsor Suprau dan sekali di Lido Kampung Baru, namun belum ada tanggapan dari kepolisian.

Selain kasus laka maut di Suprau, aksi juga dipicu belum ditangani kasus dugaan penganiayaan di Pasar Bersama Kota Sorong yang sudah dilaporkan resmi.
“Kami bisa bilang tidak ada penanganan karena pelaku tidak ditangkap hingga saat ini. Laporan sudah ada,” tegas Kelly.
Keluarga mendesak agar kedua pelaku segera ditangkap karena dikhawatirkan mengulangi perbuatan yang meresahkan warga.
“Pelaku ini tidak boleh dibiarkan berkeliaran karena mereka bisa saja melakukan kejahatan yang lain. Kami minta keadilan ditegakkan,” pungkasnya.
Kapolsek Sorong Barat yang turun langsung membuka palang bersama jajarannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mau membangun komunikasi.
“Puji Tuhan, dengan adanya mediasi bersama berbagai pihak, akhirnya palang ini bisa dibuka kembali untuk kepentingan orang banyak,” ujar Fernando.
Ia menjelaskan pemalangan berkaitan dengan dua kasus berbeda.
“Kasus ini ada dua. Pertama, kasus laka lantas di Suprau dan kasus di depan Pasar Bersama. Dari dua kasus ini yang mengakibatkan jalan ini dipalang,” jelasnya.
Fernando menegaskan penyelesaian melalui komunikasi dan mediasi penting agar Kamtibmas tetap kondusif. Ia mengimbau setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku agar tidak merugikan masyarakat banyak. (Dav)







