SORONG, PBD – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat Daya menggelar sosialisasi dan edukasi perlindungan perempuan dan anak di MTs Negeri Kota Sorong, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan membekali para pelajar dengan pemahaman tentang hak-hak anak, pencegahan kekerasan, bahaya narkoba, serta penggunaan media sosial secara bijak.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ketua BKOW Papua Barat Daya Ida Priyanti, Kepala MTs Negeri Kota Sorong Siti Nurani Gomarbobir, para guru, serta 50 siswa-siswi peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Ketua BKOW Papua Barat Daya Ida Priyanti menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Papua Barat Daya atas dukungan dan kehadirannya dalam kegiatan tersebut.
“Keberadaan Bapak Wakil Gubernur merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Daerah terhadap upaya perlindungan perempuan dan anak serta pembinaan generasi muda di Papua Barat Daya,” ujar Ida.
Ia menjelaskan, BKOW sebagai wadah berhimpunnya organisasi-organisasi perempuan memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Menurut Ida, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan di masa depan.
“Anak-anak dan remaja adalah harapan keluarga, daerah, dan bangsa. Karena itu, mereka harus kita jaga, lindungi, dan bina bersama,” katanya.
Ida menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja saat ini, seperti perundungan (bullying), kekerasan verbal, pelecehan, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental dan karakter.
Melalui kegiatan ini, BKOW ingin memberikan edukasi dan motivasi kepada para siswa agar mampu menjaga diri, menghormati sesama, menjauhi perilaku negatif, serta berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.
“Setiap anak memiliki hak untuk hidup aman, dihargai, dan dilindungi. Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, maupun psikologis,” tegas Ida.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk memilih pergaulan yang positif, fokus pada pendidikan, menjauhi narkoba, dan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.
“Gunakan waktu kalian untuk belajar, mengembangkan bakat, dan membantu orang tua. Jangan mudah terpengaruh ajakan negatif yang dapat merusak masa depan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MTs Negeri Kota Sorong, Siti Nurani Gomarbobir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKOW Papua Barat Daya yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.
“Kegiatan ini sangat penting karena sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membina dan membangun karakter anak bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga diri serta menghormati hak orang lain.
Adapun materi sosialisasi disampaikan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sorong Kota, Ipda Eka Tri Lestari Abusama, dan Jaksa pada Kejaksaan Negeri Sorong, Katerina Dimara.
Melalui kegiatan tersebut, BKOW Papua Barat Daya berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga diri, menjauhi kekerasan dan pengaruh negatif lingkungan, serta tumbuh menjadi generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Dari sekolah-sekolah seperti inilah akan lahir generasi hebat Papua Barat Daya yang kelak menjadi pemimpin dan membawa kemajuan bagi daerah dan Indonesia,” tutup Ida Priyanti.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau dengan memukul rebana didampingi Ketua BKOW, Wakil Ketua BKOW sekaligus anggota DPRP PBD, Febri Jein Andjar, pengurus BKOW lainnya, kepala MTs Negeri Kota Sorong. (Oke)







