Krisis BBM Melanda Kofiau, Warga Desak Pemkab dan DPRK Raja Ampat Bertindak Cepat

oleh -2 Dilihat

RAJA AMPAT, PBS – Masyarakat Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, mendesak Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama DPRK Raja Ampat segera mengambil langkah konkret mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang telah berlangsung sejak awal Juli 2026.

Kelangkaan tidak hanya terjadi pada BBM jenis bensin, tetapi juga minyak tanah. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat di sejumlah kampung di Distrik Kofiau terganggu, terutama yang bergantung pada transportasi laut dan kebutuhan rumah tangga.

Pengurus Ikatan IPPMK Kofiau, Soni Ambafen, mengatakan pemerintah daerah dan DPRK tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larut karena BBM merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami meminta DPRK Raja Ampat segera memanggil dinas yang berwenang untuk menjelaskan penyebab keterlambatan distribusi serta kapan BBM kembali masuk ke Distrik Kofiau. Masyarakat sangat membutuhkan kepastian,” ujar Soni kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, hasil pengecekan di sejumlah penjual BBM eceran menunjukkan seluruh stok telah habis. Beberapa penjual seperti Bapak Gres, Bapak Balal, Bapak Timur, Bapak Tolobi, hingga Bapak Yos mengaku tidak lagi memiliki persediaan BBM.

“Setelah kami cek langsung, memang stok BBM di para penjual sudah kosong. Sementara masyarakat sangat membutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Soni juga mengungkapkan persoalan distribusi BBM ke kampung-kampung di Distrik Kofiau semakin rumit karena setiap pangkalan harus mengambil sendiri pasokan dari SPBU di Waigama. Akibatnya, pangkalan yang melayani wilayah Kofiau, Wejim, Limalas, hingga Atkari harus menempuh perjalanan laut yang cukup jauh untuk memperoleh BBM.

Kondisi tersebut dinilai memberatkan para penyalur dan berdampak langsung terhadap keterlambatan distribusi ke masyarakat.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Raja Ampat segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar distribusi BBM ke Distrik Kofiau kembali normal. DPRK Raja Ampat juga diharapkan menjalankan fungsi pengawasannya dengan memanggil dinas teknis maupun pihak yang bertanggung jawab atas distribusi BBM guna mencari solusi secepatnya.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga tindakan nyata agar pasokan bensin dan minyak tanah segera kembali normal. Jangan sampai kelangkaan ini terus berlarut-larut dan semakin menyulitkan kehidupan masyarakat di pulau-pulau,” tegas Soni.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat maupun instansi yang berwenang mengenai penyebab terhambatnya distribusi BBM ke Distrik Kofiau serta jadwal masuknya pasokan baru. (Niko)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *