SORONG, PBD – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Domine Eduard Osok Kelas I Sorong berkomitmen meningkatkan fasilitas terminal dan pelayanan kepada penumpang. Komitmen ini menjadi jawaban atas meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan jumlah penumpang di wilayah Papua Barat Daya.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPBU Deo Sorong, Asep Suekarjo saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan, beberapa fasilitas yang menjadi prioritas pembenahan saat ini adalah area parkir kendaraan, toilet umum, dan mushola yang berada di lantai 2 terminal.
“Kalau fasilitas dasar sudah cukup. Untuk peningkatan pelayanan saya ingin benahi toilet kedatangan dan mushola lantai dua,” ujarnya.
Selain itu, Kabandara menjelaskan Bandara DEO Sorong saat ini melayani penerbangan internasional sebanyak 3 kali dalam seminggu. Adanya rute internasional ini diharapkan dapat memperkuat hubungan Papua Barat Daya dengan negara lain, serta membuka peluang di sektor pariwisata, perdagangan, dan pendidikan.
Untuk penerbangan, rata-rata pergerakan pesawat mencapai kurang lebihnya 30 penerbangan per hari. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara sebagai penghubung antar wilayah di Papua maupun ke luar daerah.
Dalam meningkatkan pelayanan, UPBU DEO Sorong juga membuka peluang kerja sama investasi bagi investor di area bandara.
“Kalau berminat silakan menyurat, nanti kita audiensi. Prinsip kami menyewakan tanah sesuai aturan pemerintah, dan hasilnya akan disetor ke negara,” pungkas Asep.
Bandara sebagai pintu gerbang utama daerah harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan yang baik. Dengan bertambahnya jumlah penumpang, pembenahan fasilitas menjadi prioritas agar standar pelayanan sesuai harapan masyarakat.
Dengan pembenahan fasilitas dan peningkatan pelayanan, diharapkan Bandara Deo Sorong dapat menjadi pintu gerbang utama yang mendukung mobilitas dan kemajuan Papua Barat Daya. (David)







