Pemprov PBD Kucurkan Bantuan Studi Akhir, Tahun Ini Ditargetkan Tembus 1.000 Mahasiswa

oleh -77 Dilihat

SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyerahkan bantuan penyelesaian studi akhir tahap II Tahun Anggaran 2026 kepada 346 mahasiswa.

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Rektorat Universitas Al Amin (Unamin) Sorong, lantai III, Kota Sorong, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Wakil Ketua II Kelompok Khusus DPRP PBD Maria Jitmau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Adolf Kambuaya, sejumlah anggota DPRP PBD serta mahasiswa penerima bantuan.

Bantuan tahap II diberikan kepada mahasiswa Universitas Wensar Teminabuan, mahasiswa asal Papua Barat Daya yang menempuh pendidikan di luar daerah, serta mahasiswa di wilayah Sorong Raya, termasuk mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Poltekkes Kemenkes, Institut Agama Islam dan Politeknik Pelayaran Sorong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Adolf Kambuaya mengatakan, mekanisme penyaluran tahap II berbeda dengan tahap pertama. Jika sebelumnya bantuan disalurkan melalui perguruan tinggi, kali ini bantuan diberikan berdasarkan proposal mandiri yang diajukan mahasiswa.

Menurut Adolf, setiap proposal terlebih dahulu diverifikasi untuk memastikan penerima benar-benar berstatus mahasiswa aktif dan sedang menyelesaikan pendidikan.

“Kami tidak bisa begitu saja menerima proposal. Kami harus turun memverifikasi langsung ke kampus-kampus di Manado, Surabaya, Jakarta, Jayapura, Manokwari, Makassar dan lainnya untuk memastikan mahasiswa tersebut benar-benar menempuh pendidikan,” ujarnya.

Dari hasil verifikasi, sebanyak 346 mahasiswa menerima bantuan tahap II, terdiri atas 296 mahasiswa jenjang S1/D4, 26 mahasiswa S2 dan tiga mahasiswa kedokteran. Sebanyak 130 penerima berasal dari wilayah Sorong Raya, sedangkan 216 mahasiswa lainnya sedang menempuh pendidikan di luar Sorong Raya.

Mahasiswa yang berada di Kota Sorong menerima bantuan secara langsung, sementara penerima yang berada di luar daerah akan menerima dana melalui rekening masing-masing. Adolf menegaskan, proses penyaluran dilakukan dengan pengawasan dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan, termasuk pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dengan penyaluran tahap I dan II sepanjang 2026, total penerima bantuan studi akhir telah mencapai 820 mahasiswa. Pemprov PBD juga merencanakan penyaluran tahap III pada akhir Oktober atau November 2026 sehingga jumlah mahasiswa yang mendapatkan dukungan penyelesaian studi tahun ini diperkirakan lebih dari 1.000 orang.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan Orang Asli Papua (OAP) sebagaimana amanat Undang-Undang Otonomi Khusus dan ketentuan BP 106.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga investasi terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Sebagai provinsi termuda di Indonesia, Papua Barat Daya harus melahirkan generasi yang cerdas, inovatif dan mampu bersaing. Banyak talenta hebat yang terhambat menyelesaikan studi hanya karena biaya penelitian atau administrasi akhir,” kata Elisa.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah agar mahasiswa Papua Barat Daya memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala biaya pada tahap akhir perkuliahan.

“Bantuan ini adalah bukti kehadiran negara agar tidak ada anak Papua Barat Daya yang gagal meraih gelar sarjana karena kendala ekonomi,” tegasnya.

Elisa berpesan kepada para penerima agar menggunakan bantuan secara bertanggung jawab, khususnya untuk kebutuhan penyelesaian tugas akhir, penelitian dan administrasi kelulusan. Ia juga meminta mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan setelah lulus dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Gelar yang kalian raih harus dibarengi integritas dan semangat membangun tanah kelahiran. Kembalilah dan berkontribusi nyata bagi Papua Barat Daya,” pesannya.

Gubernur juga mengajak perguruan tinggi terus memberikan bimbingan terbaik kepada mahasiswa serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Saya serahkan secara resmi bantuan studi akhir tahap II Tahun Anggaran 2026. Semoga ini menjadi langkah nyata mewujudkan Papua Barat Daya yang cerdas, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (**/oke)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *