SORONG, PBD – Perkemahan Lomba Tingkat Penegak se-Papua Barat Daya digelar di Bumi Perkemahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, mulai 27 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Pembukaan kegiatan pada Selasa (27/10/2026) turut dihadiri Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Kabupaten Sorong, Niko Salosa, M.AP., serta perwakilan Danpasmar 3, Kolonel Marinir Hafied Indarwan, yang menjabat sebagai Asisten Teritorial (Aster) Danpasmar 3. Kegiatan tersebut juga berlangsung dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Ketua Panitia, Irsa Macap, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 230 peserta. Selain itu, terdapat 30 orang peninjau, 20 pembina dan pendamping, serta 10 kepala sekolah atau Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus).
Dalam perkemahan tersebut, peserta mengikuti delapan mata lomba, yakni lomba keterampilan baris-berbaris (LKBB), pionering, hasta karya, pentas seni yang digelar setiap malam, memasak nonberas, pidato, serta video drama pendek dukungan dari anggota DPD RI, Hartono. Salah satu tema yang diangkat dalam lomba video pendek adalah “Ketika Menjadi DPD, Apa yang Akan Kita Lakukan?”, yang mendorong peserta menuangkan gagasan dan solusi bagi masyarakat melalui karya kreatif.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor IAIN Sorong, Dr. Muhammad Rusdi Rasyid, dalam pesannya mengajak para peserta menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai sarana membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh dijadikan alat untuk memecah belah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
“Jangan saling membenci, jangan bercerai-berai, dan jangan menyebarkan hoaks. Sebaliknya, kita harus saling menghargai dan menghormati. Keberagaman yang disatukan merupakan simbol Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus kita perjuangkan sebagai pemuda,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadi generasi muda yang berilmu dan berkarakter, terutama ditengah perkembangan dunia yang memasuki era disrupsi. Menurutnya, perubahan yang berlangsung cepat menuntut pemuda untuk terus belajar, meningkatkan pengetahuan, serta menguasai teknologi agar tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pemuda harus bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan menguasai teknologi. Jika tidak terus belajar, kita akan tertinggal. Karena itu, manfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan kemampuan dan membangun karakter,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Rusdi Rasyid mendorong para peserta menjadi pemuda yang berkarya dan mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Ia berharap kreativitas dan ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Papua Barat Daya, Indonesia, serta berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan bangsa.
“Jadilah pemuda yang memberikan solusi, bukan menambah masalah. Gunakan ilmu dan karya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan area perkemahan dan berbagai perlombaan yang diikuti peserta. Perkemahan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi Pramuka Penegak untuk memperkuat solidaritas, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta mempersiapkan generasi muda Papua Barat Daya yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. (oke)







