MANOKWARI, PAPUA BARAT – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Harton Tapilatu dan Andi Waroi, membantah pemberitaan yang menyebut pengurus KONI terlibat dalam proses pemilihan Ketua Umum PSSI Papua Barat.
Harton menegaskan, kehadirannya bersama Andi Waroi saat pendaftaran Markus Suila sebagai calon Ketua Umum PSSI Papua Barat bukan dalam kapasitas sebagai pengurus KONI, melainkan atas dasar hubungan kekeluargaan dan keterlibatan mereka dalam klub sepak bola Kasuari FC.
Menurut Harton, pemberitaan yang mengaitkan kehadiran mereka dengan kepentingan lembaga KONI Papua Barat sangat disayangkan. Ia menilai informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya hadir saat itu bersama Andi Waroi tanpa menggunakan atribut KONI Papua Barat. Kami datang bukan sebagai pengurus KONI, tetapi karena hubungan keluarga dan keterlibatan kami di Kasuari FC,” tegas Harton saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, dirinya memiliki hubungan dekat dengan Helen Frida Dewi, istri Markus Suila. Selain hubungan kekeluargaan, Harton juga mengaku pernah bekerja di bawah Helen di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat. Ia menyebut Markus Suila sebagai pengawas Kasuari FC, sementara dirinya menjabat Wakil Ketua Bidang Audit dan Evaluasi klub tersebut.
Harton juga menyayangkan pemberitaan media Kompasiana yang ditulis oleh wartawan Yohanis Rahanau karena dinilai mengaitkan kehadiran mereka dengan keterlibatan institusional KONI Papua Barat.
Ia meminta pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Harton juga meminta pihak media bersangkutan memberikan klarifikasi dan hak jawab melalui media online maupun video.
“Jangan menggiring opini seolah-olah kami hadir membawa nama lembaga KONI Papua Barat. Saya hadir secara pribadi, atas dasar hubungan keluarga dan sebagai pengurus Kasuari FC,” ujarnya.
Harton menegaskan, apabila tidak ada klarifikasi atas pemberitaan tersebut, dirinya mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum guna melindungi nama baiknya dan lembaga KONI Papua Barat.
Secara terpisah, Andi Waroi menyampaikan penegasan serupa. Ia mengatakan kehadirannya saat pendaftaran Markus Suila dilandasi hubungan keluarga karena Jeri merupakan suami dari kakaknya, Helen Frida Dewi.
“Marku Suila adalah ipar saya. Saat pendaftaran, saya hadir untuk mendampingi keluarga. Bukan hanya saya, tetapi keluarga kami juga hadir memberikan dukungan,” kata Andi.
Ia menambahkan, proses dukungan terhadap Markus Suila untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI Papua Barat telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Andi mengaku terlibat dalam tim yang mendukung pencalonan tersebut dan mengantarkan Markus untuk mendaftar.
Andi kembali menegaskan bahwa dirinya hadir tanpa menggunakan atribut KONI Papua Barat dan tidak membawa kepentingan lembaga tersebut.
Ia berharap media dapat mengedepankan prinsip keberimbangan dan melakukan klarifikasi sebelum memublikasikan informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Harton dan Andi meminta agar pemberitaan mengenai kehadiran mereka dalam proses pendaftaran calon Ketua Umum PSSI Papua Barat tidak dikaitkan dengan kepentingan KONI tanpa penjelasan yang utuh. Keduanya juga menegaskan pentingnya menjaga nama baik pribadi maupun lembaga melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik. (Rolly)




