Inflasi Kota Sorong Tembus 5,47 Persen, Harga Rica Lokal Capai Rp180 Ribu per Kilogram, TPID Sidak Pasar Remu dan Saga

oleh -112 Dilihat

SORONG, PBD – Inflasi Kota Sorong mencapai 5,47 persen, jauh diatas angka nasional sebesar 3,1 persen. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Sorong memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang Natal 2026, Tahun Baru 2027, dan Lebaran.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkot Sorong menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Remu dan Saga Supermarket Sorong, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang dikoordinasikan Bagian Perekonomian Daerah tersebut melibatkan KSOP, Kejaksaan, Bulog, BPS, Satpol PP, serta Satgas Pangan Polda Papua Barat Daya.

Asisten III Setda Kota Sorong, Musa Fonataba, S.P., mengatakan hasil pemantauan menemukan perbedaan harga sejumlah komoditas, terutama rica atau cabai rawit. Rica lokal asal Kabupaten Sorong dijual Rp170.000 – Rp180.000 per kilogram, sedangkan rica yang didatangkan dari Makassar dan Surabaya dipasarkan sekitar Rp130.000 per kilogram.

“Harapan kami, melalui aksi dan kegiatan TPID ini, harga dipasaran bisa terkendali sehingga masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Musa.

Selain rica, tim turut memantau harga bawang, tomat, telur, yang dinilai masih relatif terjangkau masyarakat. Musa juga menyebut harga barang di Saga Supermarket cenderung stabil, dengan aktivitas pembelian yang terpantau lebih tinggi dibandingkan sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Remu.

Menurutnya, tekanan inflasi di Kota Sorong dipengaruhi perputaran uang dalam perekonomian lokal serta faktor cuaca, termasuk musim kemarau panjang yang berdampak terhadap pasokan dan harga sejumlah komoditas.

Pemkot Sorong akan mengoordinasikan organisasi perangkat daerah teknis bersama TPID untuk memperkuat pengawasan secara rutin. Upaya ini diharapkan dapat mencegah gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Frankie Son mengatakan bahwa selama sidak tidak ditemukan adanya pelanggaran unsur kesengajaan kenaikan harga maupun pungutan liar dari pemasok kepada pedagang. Ia mengimbau kepada masyarakat atau pedagang untuk melaporkan apabila ditemukan adanya tindakan pidana atau kesengajaan permainan harga oleh pemasok.

Sementara itu, salah satu pedagang di Kota Sorong, Maimuna, mengatakan harga rica lokal lebih tinggi karena kualitasnya dinilai lebih baik dibandingkan cabai yang didatangkan dari luar Papua Barat Daya.

“Rica lokal dari Kabupaten Sorong masih segar sehingga kualitasnya bagus dibandingkan dengan rica yang dikirim dari luar Papua Barat Daya,” ujarnya.

Maimuna menjelaskan, rica lokal yang dibeli langsung dari petani dengan harga Rp130.000 per kilogram dijual kembali dengan harga Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram. Sementara rica dari Makassar dibeli seharga Rp120.000 per kilogram dan dijual sekitar Rp140.000 per kilogram. Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa asal pasokan dan kualitas komoditas turut memengaruhi harga yang dibayar konsumen di pasar. Sedangkan lemon cina dari Rp10.000 menjadi Rp40.000. Rica keriting diharga Rp140.000, Tomat Rp15.000 sedangkan Bawang merah, bawang putih masih stabil. (oke)

📲
Instal Aplikasi Sorong News
Baca berita Papua Barat Daya lebih cepat langsung dari perangkat Anda.
Cara instal di iPhone/iPad:

1. Buka Sorong News dengan Safari.
2. Tekan Bagikan.
3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
4. Tekan Tambah.
Instalasi otomatis belum tersedia.

Gunakan menu browser: Install App, Install, atau Add to Home Screen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *