SORONG, PBD – Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Wilianto Tanta menegaskan kehadiran PSMTI di Papua Barat Daya harus memperkokoh persatuan dan merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
“Kehadiran PSMTI di tanah Papua Barat Daya ini harus dapat memperkokoh persatuan, merawat toleransi, dan mempererat semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Wilianto Tanta saat diwawancarai awak media usai pelantikan Pengurus PSMTI Papua Barat Daya di salah satu hotel di Kota Sorong, Sabtu (1/8/2026).
Pelantikan ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Pengurus Pusat PSMTI hadir langsung di Tanah Papua sejak organisasi berdiri 28 tahun lalu.
“Atas nama Pengurus Pusat PSMTI serta seluruh keluarga besar PSMTI dari Sabang sampai Merauke, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Fransiscus Adiwinata Thung beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ini momen resmi PSMTI hadir di Tanah Papua,” ujarnya.
Wilianto menilai Provinsi Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda di Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sumber daya alam maupun keberagaman budaya masyarakatnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan sangat dibutuhkan untuk menjadi jembatan antar komunitas sekaligus mitra pemerintah dalam pembangunan.
“Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, PSMTI Papua Barat Daya diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan di Bumi Cenderawasih,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kepengurusan baru. Tantangan ke depan memang tidak mudah, namun ia yakin organisasi ini akan memberi manfaat nyata.
“Tantangan di depan tentu tidak mudah, namun saya yakin dan percaya di bawah kepemimpinan Bapak Fransiscus Adiwinata Thung yang solid, didampingi para penasihat dan Dewan PSMTI Papua Barat Daya akan mampu memberikan warna positif dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkas Wilianto.
PSMTI sendiri telah berdiri sejak 9 September 1998. Selama ini organisasi fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Pelantikan ini menjadi momentum sejarah karena merupakan awal terbentuknya kepengurusan PSMTI di wilayah Papua Barat Daya. Sekaligus memberikan legitimasi kepada pengurus untuk menjalankan organisasi dan program kerja selama 5 tahun ke depan. (David)



